Memaksimalkan Manfaat Komposter di SD Negeri 6 Penyaringan


Memaksimalkan Manfaat Komposter di SD Negeri 6 Penyaringan

20170222_095955.jpg
Pengolahan sampah organik yang di lakukan SD Negeri 6 Penyaringan adalah dengan mengunakan komposter. Dari komposter tersebut menghasilkan pupuk organic cair dan kompos Organik. namun setelah komposter tersebut menghasilkan banyak pupuk organik cair dan kompos organik timbullah masalah baru yaitu tertimbunnya hasil-hasil dari komposter tersebut yang tidak termanfaatkan dan pada akhirnya hal tersebut akan mempengaruhi minat untuk mengolah sampah organik menjadi kompos.

Untuk menanggulangi hal tersebut maka SD Negeri 6 Penyaringan berusaha untuk memaksimalkan hasil komposter agar tidak terjadi timbunan-timbunan pupuk organic cair dan kompos organic. Adapun pemanfaatan kedua hasil komposter tersebut adalah:

  1. Pupuk Organik Cair

20170222_100527.jpgPupuk Organik cair ini bisa digunakan sebagi pupuk/nutrisi yang menyuburkan tanaman bisa digunkan dengan cara menyiramkan dan menyemprotkan ketanaman. Adapun cara pengunaannya adalah dengan mencampurkan pupuk organic cair ke air dengan takaran 1 liter air dicampur dengan 5 ml pupuk organiccair.

  1. Kompos Organik

20170222_103312.jpgKompos organic yang berupa sampah-sampah organic yang matang menjadi kompos dapat dimanfaatkan sebagi media tanam. Dengan cara mendiamkan lebih lama lagi setelah hasil komposter cair di hasilkan, sebelum digunakan kompos organic tersebut di cacah terlebih dahulu.

Adapun tindakan-tindakan untuk memaksimalkan manfaat komposter di SD Negeri 6 penyaringan ada beberapa pemanfaatan yaitu

  1. Menanam Cabe Organik

20170307_115734[1]Dengan memanfaatkan kompos organic dari hasil komposter sebagi campuran media tanam cabe yang di masukkan kedalam polybag. Dan untuk pupuk tanaman cabe mengunakan pupuk organic cair yang rutin disiramkan seminggu sekali. Dari pengunaan hasil komposter ini maka di hasilkan tanaman cabe yang subur dan aman dari bahan-bahan kimia

  1. Menanam Tanaman dengan system Hidroponik Organik

20170307_115813Melakukan penanaman sayur-sayuran dengan sistem hidroponik organik, maka akan termanfaatkan pupuk organic cair sebagi nutrisi yang dicampurkan dengan air sesuai takaran dan di semprotkan ketanaman. Sedangkan kompos organic dimanfaatkan sebagai media tanamnya sebagai penahan dan penguat akar.

  1. Membuat lubang biopori

IMG20170224114151Pembuatan lubang biopori di SD Negeri 6 penyaringan memanfaatkan kompos organic untuk mengisi lubang biopori sebagi penahan agar lubang tidak tertutup tanah kembali dan membantu peroses penyerapan biopori

  1. Memupuk tanaman-tanama di lingkungan sekolah

20170307_115910

IMG20170224072921.jpgDi lingkungan SD Negeri 6 penyaringan banyak terdapat tanaman seperti bunga-bungan dan tanaman-tanaman obat. Untuk menyuburkan tanaman tersebut rutin dilakukan penyiraman dengan pupuk organic cair

20170307_120050

Itulah beberapa tindakan yang di lakukan SD Negeri 6 penyaringan untuk memaksimalkan manfaat komposter di sekolah. Hal tersebut dilakukan dengan harapan terhujutnya budaya cinta dan melestarikan lingkungan hidup bagi seluruh angota sekolah pada khususnya, dam masyarakat pada umumnya.

Iklan

Kerajinan Tangan Siswa Kelas VI SD Negeri 6 Penyaringan, Hiasan Dinding Mengunakan Tanaman Hidroponik


Kerajinan Tangan Siswa Kelas VI SD Negeri 6 Penyaringan, Hiasan Dinding Mengunakan Tanaman Hidroponik

20161018_073326Berikut ini adalah hasil kerajinan tangan yang dibuat oleh siswa kelas VI SD Negeri 6 penyaringan dengan mengunakan tanaman sistem hidroponik. hiasan ini dibuat dengan mengunakan bahan -bahan yang mudah didapat seperti bambu, papan/teriplek, botol bekas, bahkan bisa mengunakan bola lampu bekas.

tujuan membuat kerajinan tangan berupa hiasan dinding mengunakan tanaman sistem hidroponik ini adalah

  1. melatih kerieatifitas siswa dalam memanfaatkan bahan-bahan disekitar yang tidak terpaikai seperti bahan-bahan bekas, sehingga bahan-bahan bekas tersebut bisa dimanfaatkan dan mengurangi pencemaran lingkungan.
  2. siswa dapat memahami bahwa tumbuhan bisa di tanam dengan tehnik hidroponik tanpa mengunakan tanah.
  3. dengan mengunakan hiasan dingiding dari tanaman hidup yang di letakkan didalam ruang kelas akan membantu sirkulasi co2 dengan o2 yang dihasilkan oleh tanaman, sehingga ruang kelas menjadi lebih terasa sejuk dan udara dalam kelas menjadi segar. selain itu juga membantu mengurangi folusi udara.]
  4. membiasakan/membudayakan siswa untuk memanfaatkan barang-barang bekas sebagai bahan kerajinan tangan, dan siswa memahapi pentingnya ,elestarikan lingkungan hidup yang ada disekitarnya.

adapun hasil kerajinan tangan yang dibuat oleh siswa kelas VI SD Negeri 6 penyaringan adalah sebagai berikut:

 

20161018_073249

Hiasan dinding yang terbuat dari papan, teriplek dan botol kaca

20161018_073222

Hiasan dinding yang memanfaatkan papan kayu, bambu dan bola lampu bekas

20161018_073326

hiasan dinding yang terbuat dari papan dan bambu sebagai media hidroponik

20161018_073344

Hiasan didnding yang mengunakan stek es krim dan bola lampu bekas

20161018_073301

semoga dengan hasil kerajinan tangan siswa kelas VI SD Negeri 6 Penyaringan ini bisa menjadi salah satu contoh tindakan perlestarian lingkungan dan bisa memberikan inspirasi bagi kita semua

Pengumuman Nomor Sertifikat Pendidik


Pengumuman Nomor Sertifikat Pendidik dan Tanggal Kelulusan Sertifikasi Guru tahun 2016 Rayon 121 Undiksha Singaraja

plpgBerdasarkan info yang didapat dari halaman web Undiksaha disini pada tangal 8 Februari 2017, seperti Kutipan Dibawah ini

“Berdasarkan permintaan beberapa peserta Sertifikasi Guru yang memerlukan Nomor Sertifikat Pendidik dan seijin sekretaris rayon (WR 1) dan ketua rayon (Rektor Undiksha). Bersama ini diumumkan Nomor Sertifikat Pendidik dan tanggal kelulusan seperti pada tabel terlampir.
Demikian pengumuman ini dibuat untuk dapat digunakan sebagai mana mestinya.”

Lampiran Pengumuman download  DISINI

MAKALAH TINJAUAN ILMIAH


MAKALAH TINJAUAN ILMIAH

Definisi Tinjauan Ilmiah

Makalah tinjuan ilmiah adalah karya tulis guru  yang  berisi ide/gagasan penulis dalam upaya mengatasi berbagai masalah pendidikan formal dan pembelajaran yang ada di satuan pendidikannya (di sekolah/madrasahnya). (Kemendiknas, 2010:27).Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa makalah tinjauan ilmiah adalah tulisan guru yang berisi ide dan atau pengalaman guru dalam mengatasi berbagai masalah pembelajaran atau pendidikan di satuan pendidikannya. Artinya, lingkup tinjauan ilmiah tetap dibatasi pada masalah-masalah pembelajaran atau bimbingan yang dialami atau dilakukan guru di sekolahnya.Tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dapat ditulis dapat bentuk buku, dimuat/ diterbitkan secara nasional, atau regional, dalam bentuk artikel yang dimuat dalam majalah/ jurnal ilmiah, dan dapat pula dalam bentuk makalah yang disampaikan dalam seminar atau pertemuan ilmiah lainnya, atau ditulis sebagai karya ilmiah popular.

FORMAT MAKALAH TINJAUAN ILMIAH

Seperti halnya dengan KTI Laporan Hasil Penelitian, Tinjauan/Kajian Ilmiah juga harus mengikuti penalaran ilmiah, maka perlu mengikuti alur berfikir ilmiah yang berlaku secara umum. Untuk itu dalam menulis karya ilmiah berupa tinjauan setidaknya memperhatikan criteria sebagai berikut:

  1. Permasalahan yang diangkat dianggap penting untuk diatasi, dan ide atau gagasan yang dikemukakan dapat dilaksanakan secara diprediksi hasilnya
  2. Permasalahn tersebut harus didukung teori yang relevan, dan digunakan untuk dasar/ bahan pembahasan. Pembahasan diperlukan data dari pengalaman penulis yang mendukung permasalahan
  3. Cara atau strategi pembahasan masalah yang dikemukakan harus runtut sesuai dengan alur berfikir ilmiah, sehingga akan mudah dipahami pembaca

Menurut Kemendiknas, (2010:27) dalam pedoman kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) dan angka kreditnya. Kerangka atau sistematika penyusunan makalah tinjauan pustaka adalah sebagai berikut

image002

Berpedoman dari hal tersebut makan Kerangka/sistematika tinjauan ilmiah dapat di jabarkan sebagai berikut:

image003

Untuk lebih memahmi secara rinci dari sistematika makalah tinjauan ilmiah di atas, berikut ini penjelasan secara rinci setiap masing-masing bagian

JUDUL TINJAUAN ILMIAH

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menulis judul makalah tinjauan ilmiah pendidikan atau pembelajaran yaitu: 1) rumusan singkat dan padat, 2) mengambarkan upaya untuk memecahkan masalah dalam bidang pendidikan atau pembelajaran 3) mencantumkan hal yang menjadi fokus permasalahan, 4) mencantumkan ide / gagasan yang inovatip untuk memecahkan masalah, 5) menunjukkan subyek

Contoh :

  1. Meningkatkan pemahaman bilangan pecahan dengan permaian kartu domino pecahan di kelas III SD Negeri 6 Penyaringan Semester II tahun Pelajaran 2016/2017
  2. Dengan menerapkan permainan berbasis proyek dalam pembalajaran matematika untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman pada materi pengumpulan dan pengolahan data pada siswa kelas IV SD Negeri 6 Penyaringan semester II tahun pelajaran 2016/2017.

ABSTRAK

            Bagian ini menyajikan saripati dari makalah, yang mencakup latar belakang, tujuan, pelaksanaan ide /gagasan, hasil serta kesimpulan. Abstrak ditulis dalam satu paragraf dengan ketikan satu sepasi. Abstrak yang baik tidak lebih dari setengah sampai satu halaman atau sekitar 200 kata. Abstrak di lengkapi pula dengan 3 kata kinci.

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Bagian ini menguraikan secara singkat alasan tercetusnya ide atau gagasan yang dilakukan untuk memecahkan suatu masalah dalam lingkup pembelajaran atau pendidikan. Bahan yang digunakan dalam bab ini adalah hasil identifikasi dan analisi masalah serta cara yang digunakan berdasarkan ide atau gagasan sendiri untuk memecahkan masalah tersebut. Dalam menyajikan hasil identifikasi masalah dijelaskan kondisi yang terjadi dan kondisi harapan yang sesuai dengan pendapat para ahli atau berdasar refrensi. Masalah disajikan dalam bentuk data. Bagian ini juga menjelaskan factor-faktor yang dianggap sebagai akar terjadinya masalah serta memberikan gagasan alternative untuk mengatasi masalah.

Rumusan Masalah

pada bagian ini menyajikan rumusan masalah yang menjadi fokus permasalahan dan ide/gagasan yang digunakan. Masalah yang dirumuskan adalah masalah yang akan dipecahkan melalui ide/gagasan sendiri. Masalah dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya.

Contoh rumusan masalah :

  1. Bagaimana meningkatkan pemahaman bilanagan pecahan pada siswa kelas III SD Negeri 6 Penyaringan Semester II Tahun Pelajaran 2016/2017 dengan menggunakan permainan kartu domino pecahan ?
  2. Bagaimana meningkatkan motivasi dan pemahaman materi pengumpulan dan pengolahan data pada siswa kelas IV SD Negeri 6 Penyaringan Semester II Tahun Pelajaran 2016/2017 dengan menerapkan permainan berbasik proyek?
  3. Tujuan

            Bagian ini menyajikan tujuan dilaksanakannya tinjauan ilmiah. Tujuan tinjauan ilmiah merupakan jawaban atas pertanyaan yang disajikan pada bagia rumusan masalah.

Contoh rumusan tujuan

  1. Untuk mengetahui cara mengunakan permainan kartu domino pecahan dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai bilanagan pecahan pada siswa kelas III SD Negeri 6 Penyaringan Semester II Tahun Pelajaran 2016/2017
  2. Untuk mengetahui cara mengunakan permainan berbasik proyek dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan motiovasi dan pemahaman pada materi pengumpulan dan pengolahan data pada siswa kelas IV SD Negeri 6 Penyaringan Semester II Tahun Pelajaran 2016/2017
  3. Manfaat

            Pada bagian  ini diuraikan manfaat atau sumbangan ide atau gagasan bagi siswa, guru, sekolah dan instansi pendidikan secara umum.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Pada bagian ini diuraikan kajian teori, konsep yang relevan dengan konsep/variable yang dipermasalahkan dan  ide/gagasan yang digunakan.Teori atau konsep yang perlu dibahas dalam kajian pustaka dapat dilihat dari rumusan judul penelitian. Sebagai contoh, untuk makalah tinjauan ilmiah dengan judul “Meningkatkan pemahaman bilangan pecahan dengan permaian kartu domino pecahan di kelas III SD Negeri 6 Penyaringan Semester II tahun Pelajaran 2016/2017” konsep dan teori relevan yang di uraikan dalam kajian pustaka sekurang-kurangnya mencakup karakteristik siswa SD, prestasi belajar, media pembelajaran,  mata pelajaran matematika, materi bilanag pecahan, tehnik bermain dalam belajar matematika, serta hasil penelitian yang relevan.

BAB III PEMBAHASAN   

Mengaitkan ide atau gagasan dengan teori-teori yang dikemukakan pada bab sebelumnya. Pembahasan itu menyangkut idea tau gagasan, langkah pelaksanaan ide dan bagaimana cara yang dapat dilakukan. Pada pembahasan ini diharapkan adanya dukungan data hasil pengalaman penulis yang dapat memperkuat analisis terhadap gagasan/ide yang disampaikan.

Pembahasan masalah yang   didukung   data berasal dari satuan pendidikannya. Yang harus disajikan pada bab ini adalah kejelasan ide  atau gagasan  asli  penulis yang terkait dengan upaya pemecahan masalah di satuan pendidikannya (di sekolah/madrasahnya).

Metode Pemecahan Masalah

berisi paparan teori atau pengalaman yang dijadikan rujukan dalam menyelesaikan masalah, dan metode atau cara yang digunakan untuk menyelesaikan masalah beserta langkah-langkah rinci dari metode atau cara tersebut. Pedoman Lomba Best Practice bagi Kepala Sekolah/Madrasah Berprestasi Tahun 2016 9 dari 26 Halaman

Pelaksanaan Pemecahan masalah

berisi tentang paparan tentang pelaksanaan ide/gagasan terkait tempat, waktu, dan perangkat atau instrumen yang digunakan ketika pelaksanaan dilakukan serta hasil yang diperoleh dari pelaksanaan pemecahan masalah yang telah dilakukan disertai dengan data dan informasi yang mendukung

Pembahasan Hasil Pemecahan Masalah

            Sajikan kajian guru terhadap hasil pemecahan masalah yang diperoleh. Pembahasan dapat dilakukan dengan mengaitkan hasil pemecahan masalah dengan teori/konsep/prinsip yang dikemukakan para ahli dan hasil penelitian yang disajikan dalam kajian pustaka.

BAB IV PENUTUP

Kesimpulan

            Bagian ini menyajikan kesimpulan dari uraian hasil pemecahan masalah dan pembahasan. Kesimpulan merupakan jawaban atas rumusan maslah yang diajukan dengan mengacu pada cara dan hasil pemecahan masala. Rumusan masalah harus singkat, pada dan jelas.

Saran

            Bagian ini menyajikan usulan pemikiran berupa ide/gagasan untuk menindak lanjuti cara dan hasil pemecahan masalah yang telah dilakukan. Dengan demikian, saran tindak-lanjut harus bersumber dari kesimpulan oprasional (dalam arti dapat dilaksanakan, dan jelas sasarannya.

DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka harus memuat semua sumber yang digunakan dalam menyusun laporan dan disusun menurud abjad. Cara penulisan daftar pustaka mengikuti salah satu gaya penulisan, misalnya yang lazim digunakan adalah gaya American Psychology Association (APA)

LAMPIRAN

Memuat lampiran–lampiran data yang digunakan dalam melukan tinjauan atau gagasan ilmiah

cara merubah hard disk atau CD ROM internal menjadi eksternal


cara merubah hard disk atau CD ROM internal menjadi eksternal

cara merubah hard disk atau CD ROM internal menjadi eksternal yang bisa dibawa kemana-mana dan dipergunakan tanpa memasangkannya didalam pc, tetapi cukup dengan menggunakan USB. Tentu saja tidak akan menggunakan software apapun, karena tidak ada kaitannya. Pun juga tidak merubah shocket yang ada pada harddisk. Tetapi dengan menggunakan kabel data tambahan, yaitu USB 2.0 TO SATA IDE CABLE atau bisa juga disebut dengan SATA/ IDE CABLE TO USB CONVERTER. Perangkat tambahan ini berfungsi menghubungkan harddisk dari koneksi dengan type SATA maupun IDE menjadi koneksi USB. Kabel data ini bisa beli di toko-toko computer,  harga berkisar kira-kira Rp. 55.000,-. USB 2.0 TO SATA IDE CABLE ini bisa juga digunakan untuk menghubungkan cd / dvd rom dengan computer maupun laptop atau netbook. Hal ini tentunya sangat membantu bagi pengguna netbook / laptop yang tidak terdapat cd/dvd rom-nya untuk melakukan install windows maupun membuka file yang berasal dari keping cd atau dvd. Nah bagi sahabat yang punya harddisk yang tidak terpakai atau ingin menambah kapasitas volume disk dikomputer, atau kalau sahabat membutuhkan banyak file yang harus dibawa, USB 2.0 TO SATA IDE CABLE bisa menjadi salah satu alternative untuk dicoba.

alat peraga bejana berhubungan


Bejana Berhubungan

Mata Pelajaran : IPA
Kelas / Semester : IV / II
Setandar Kopetensi : 6. memahami beragam sipat dan perubahan wujud benda satu berbagai cara. Penggunaan benda berdasarkan sifatnnya.
Kometensi Dasar : 6.3 menjelaskan hubungan antara sifat benda dengan kegunaannya

A. Funsi Alat :
Alat ini difungsikan untuk menunjukkan aliran air pada bejana berhubungan

B. Alat dan Bahan :
B.1 Alat
1. Gunting
2. Pisau
3. martil
4. Gergaji
5. Obeng

B.2 Bahan 2
1. Botol pelastik 2 buah ukuran 600 ml
2. selang pelastik trasparan ukuran diameter 0.5 cm panjang 1 m, 2 buah
3. Karet tutup botol terbuat dari karet sandal jepit disesuaikan dengan diameter lubang botol
4. Lem pelastik 1 buah
5. Kawat pengikat botol kira-kira 30cm
6. paku panjang 2.5 cm/ aku teriplek secukupnya
7. triplek atau papan lebar 15 cm tinggi 25 cm tebal 1 cm
8. Cat warna
9. sumba warna

C. Perinsip Kerja Alat Adalah
Alat ini terdiri dari bejana 1 dan bejana 2 perhatikan (gambar 1.6) masing-masing pada bagian ujung yang sempit dari bejana dipasang selang penghubungan. pada kedua bejana . perhatikan bejana 2 pada gambar jika ujung selang s.1 kita tutup, kemudian air dimaksukkan kedalam salah satu botol hingga penuh. Maka pada saat selang dibuka, air dalam botol akan berusaha keluar mengalir melalui selang s.1 . aliran itu terus berlangsung selama selang s.1
diarahkan kebawah tetapi jika mulut selang s.1 diletakkan sampai berada di atas permukaan air dalam bejana, maka aliran akan berhenti sesaat. Sesaat selang s.1 sama dengan permukaan air dalam bejana hal ini menujukkan bahwa hanya air dapat mengalir dengan sendirinya ( tanpa usaha luar ) dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Perinsip yang ke 2 dari alat ini yaitu perinsip aliaran air dalam bejana berhubungan peristiwa ini dapat kita tunjukkan dengan menyambungkan selang s.1 dengan s.2 air akan mengalir dari bejana 1 ke bejana 2 melalui selang penghubung.

D. Cara membuat
Persiapkan alat-alat dan bahan seperti pada gambar diatas
Langkah pembuatan
I. Langlah pertama
Ambil botol pelastik yang telah disediakan 2 buah. potong bagian dasar kedua botol tersebut dengan pisau
Gambar 1.3

I.I Langkah Kedua
buat tutup botol berlubang di tengah dengan diameter lebih besar dari pada botolnya dan tutupnya dilubangi untuk dimasuki selang tutup ini dibuat 2 buah lihat

Gambar 1.4
III. Lagkah ke tiga
Masukkan selang pada lubang tutup botol bila perlu diberi perekat atau lem agar kuat dan tidak bocor. Kemudian pasangkan pada mulu botol

VI. Langkah Ke Empat
Siapkan papan kayu ataupun teriplek dan potong sesuai ukuran

V. Langkah Ke Lima
Susun dan pasangkan alat yang telah dibuat hingga seperti gambar 1.7

F. Cara mengunakan alat.
Setelah alat selesai dirangkai bagian dan demi bagiannya baru dicoba alat tersebut
Siswa bersama guru mendemontrasikan

contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran untuk ptk


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Siklus I Pertemuan II

Sekolah                  : SD Negeri 3 Pohsanten

Mata Pelajaran       : Matematika

Kelas/Semester      : IV/II

Alikasi Waktu        : 2 x 35 menit

 

  1. A. Standar Kompetensi

6. Menggunakan konsep keliling dan luas bangun datar sederhana dalam pemecahan masalah.

  1. B. Kompetensi Dasar

6.1  Menentukan keliling dan luas jajargenjang dan segitiga .

6.2 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan keliling dan luas jajargenjang dan segitiga.

  1. C. Indikator

1.  menemukan rumus luas jajargenjang.

2.  Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan luas  jajargenjang.

  1. D. Tujuan Pembelajaran

1.  Melalui kegiatan praktik siswa dapat menemukan rumus luas  jajargenjang.

2. Melalui Kegiatan praktik siswa dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan luas  jajargenjang.

  1. E. Materi Ajar

Luas  Jajargenjang

 

cara menemukan rumus luas jajargenjang adalah dengan melakukan kegiatan sebagai berikut :

  • Buatlah sebuah jajargenjang ABCD dari karton
  • Guntinglah jajargenjang tersebut sepanjang garis DE, sehingga diperoleh dua bangun datar, yaitu segitiga AED dan segiempat BCDE.
  • Impitkan AD pada segitiga AED dengan BC pada segiempat BCDE, seperti tampak pada. Bangun apa yang didapat?

Jika mengerjakan kegiatan di atas dengan benar, maka akan memperoleh sebuah bangun persegi panjang dengan panjang a dan lebar t. sudah dikengetahui bahwa luas persegi panjang = panjang x lebar, dengan panjang = alas dan lebar = tinggi. Karena persegi panjang dari jajargenjang maka:

luas jajargenjang  =  luas persegi panjang

=  alas x tinggi

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa untuk setiap jajargenjang dengan alas = a, tinggi = t, dan luas = L, berlaku rumus:

L = a x t

a = L : t

t = L : t

 

  1. F. Metode Pembelajaran
  • Metode Inkuiri
  1. G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
    1. 1. Kegiatan Pendahuluan

a)      Guru mengkoordinir kelas seperti: mengucapkan salam , malakukan absensi kelas dan mempersiapkan alat-alat belajar.

b)      Guru melakukan apersepsi dengan mengajak siswa untuk mengingatkan kembali tentang sifat-sifat bangun datar segitigan yaitu:

  • Banyaksisi jajar genjang
  • Banyak sisi yang sama panjang
  • Banyak sudut jajargenjang
  • Keliling  jajargenjang ditentukan dengn menjumlahkan semua panjang sisi-sisinya.
  • Mengigat rumus luas persegi panjang adalah panjang kali leber (L = p x l )
  • Mengungat rumus luas persegi adalah sisi kali sisi (L = S x S)

c)      Siswa bersama guru menentukan materi yang akan dipelajari yaitu tentang luas  jajargenjang.

  1. 2. Kegiatan Inti

 

Eksplorasi

a)      Guru menjelaskan metode pembelajaran yang akan diterapkan dalam pembelajaran yaitu metode inkuiri yang mengajak siswa untuk menemukan rumus luas jajargenjang.

b)      Guru membagi siswa kedalam 5 kelompok yang terdiri dari 3 siswa dengan kemampuan yang heterogen.

c)      Siswa akan diberikan masalah kepada tiap-tiap kelompok yang akan mengarah siswa untuk menemukan luas  jajargenjang.

 

Elaborasi

a)      Guru memberikan masalah kepada tiap-tiap kelompok, yaitu dengan memberikan bangun datar  jajargenjang  dengan ukuran yang berbeda-beda. Adapun permasalahan yang diberikan guru adalah:

  • Tarik salah satu garis tegak lurus dengan alas jajargenjang sehingga jajargenjang terbagi menjadi bangun segitiga siku-siku dan terapesium siku-siku . himpitkan kembali kedua bangun tersebut dengan sisi yang berbeda sehingga terbentuk bangun segi empat.
  • Tentukan hubungan antara luas segi empat yang dibentuk dangan luas  jajargenjang.

b)      Tiap-tiap kelompok diberikan kesempatan untuk memahami masalah tersebut dan diminta untuk mengajukan suatu tebakan awal terhadap solusi dari masalah yang diberikan.

c)      Setiap kelompok dibarahkan untuk membuat suatu rancangan penelitian untuk memecahkan masalah tersebut, misalnya:

  • Tarik salah satu garis tegak lurus dengan alas jajargenjang sehingga jajargenjang terbagi menjadi bangun segitiga siku-siku dan terapesium siku-siku . himpitkan kembali kedua bangun tersebut dengan sisi yang berbeda sehingga terbentuk bangun segi empat,  kemudian siswa diminta menentukan luas segi empat yang telah terbentuk. Siswa diminta menentukan luas jajargenjang yang ada dihubungkan dengan luas segi empat

d)     Dengan berpedoman pada rancangan penelitian. setiap kelompok melakukan penyelidikan terhadap bangun jajargenjang  yang telah diberikan. Setiap kelompok diminta untuk mencatat hasil penyelidikannya. (guru membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam kegiatan ini). Guru mengharapkan bahwa dengan membandingkan luas jajar genjang dan segi empat, siswa dapat menyimpulkan luas kedua bangun tersebut adalah sama, sehingga siswa dapat menemukan rumus luas segitiga, yaitu:

Jika mengerjakan kegiatan di atas dengan benar, maka akan memperoleh sebuah bangun persegi panjang dengan panjang a dan lebar t. sudah dikengetahui bahwa luas persegi panjang = panjang x lebar, dengan panjang = alas dan lebar = tinggi. Karena persegi panjang dari jajargenjang maka:

luas jajargenjang  =  luas persegi panjang

=  alas x tinggi

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa untuk setiap jajargenjang dengan alas = a, tinggi = t, dan luas = L, berlaku rumus:

L = a x t

 

e)      Guru meminta setiap kelompok untuk memaparkan hasil penyelidikannya serta menggambarkan kembali rancangan penelitianya di depan kelas. (dalam hal ini guru dan tiap-tiap kelompok mengkeritik desain penelitian setiap kelompok).

Konfirmasi

a)      Guru memberikan penguatan kepada siswa setelah menjawab pertanyaan dengan cara memberi tepuk tangan atau acungan jempol.

b)      Siswa dengan bimbingan guru mempertegas jawaban dari hasil pekerjaan kelompok siswa dengan  tujuan menyamakan persepsi bahwa luas jajargenjang adalah sama dengan segi empat yang dibentuknya, sehingga dapat dirumuskan  (L = a x t)

c)      Siswa diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan mengenai materi yang belum dipahami dan ditanggapi oleh guru.

  1. 3. Kegiatan Akhir

a) Siswa dengan bimbingan guru merangkum materi pelajaran yang telah dipelajari seperti :

L = a x t

a = L / t

t = L / a

b) Guru memberikan evaluasi untuk mengetahui pemahaman siswa

c) Siswa dan guru meng akhiri pelajaran

 

  1. H. Sumber Belajar/Media/Alat Peraga
  • Buku paket matematika sekolsh dasar kelas IV
  • Buku penunjang matematika kelas V
  • Karton/kertas berpetak
  • Gunting
  • Penggaris

 

  1. I. Penilaian Hasil Belajar

1. Tehnik Penilaian      : tes tertulis

2. Bentuk Penilaian     : Uraian

3. Instrumen Penilaian :

Soal:

1.  Luas jajargenjang dengan panjang alas 10 cm dan tinggi 7 cm adalah . . . .

2.  Luas jajargenjang adalah 60 cm2. Jika alasnya 12 cm, maka tingginya adalah . . . .

Kunci Jawaban :

1.  L = a x t =

L = 10cm x 70 cm

L =  cm 2

2.  L = a x t

60 cm2 = 12 cm x t

t = 60/12

t = 5 cm