Organisasi Bisnis dan Teori Produksi


Organisasi Bisnis dan Teori Produksi

Organisasi bisnis diperlukan dalam peranannya menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan, sehingga kita bisa mendapatkannya dengan mudah, murah dan berkualitas. Hal ini terjadi karena organisasi bisnis melakukan produksi barang dengan lebih teratur dan dalam skala produksi yang besar, sehingga proses produksi menjadi lebih efisien. Selain itu, kemampuan dalam mengembangkan teknologi proses dan penghimpunan dana menjadi lebih mudah dilakukan akibat dari spesialisasi yang terjadi.

Organisasi usaha yang memproduksi barang dan jasa dapat dikategorikan dalam tiga bentuk utama yaitu:

1.      Perusahaan perseorangan

2.      Firma

3.      Perseroan Terbatas (PT)

Setiap produk dihasilkan melalui suatu proses produksi. Input produksi yang terdiri dari tenaga kerja (L), modal (K), sumber daya (R), teknologi (T), dan lainnya, akan diproses menjadi suatu output (Q) berupa barang atau jasa. Hubungan yang terjadi antara jumlah input produksi yang diperlukan dengan jumlah output yang dihasilkan disebut dengan fungsi produksi (production function). Fungsi produksi akan memberi gambaran kepada kita tentang jumlah maksimum output yang dapat dihasilkan, atas penggunaan sejumlah tertentu dari input-input produksi. Melalui fungsi produksi kita juga bisa melihat bagaimana komposisi dari berbagai kombinasi input, untuk menghasilkan jumlah tertentu dari output. Isocost dan Isoquant merupakan dua pendekatan yang memungkinkan untuk melakukan analisis optimasi faktor produksi, untuk menghasilkan output maksimum.

Dalam teori produksi ada tiga konsep penting, yaitu Produksi Total (Total Production/TP), yang menggambarkan jumlah keseluruhan produksi yang dihasilkan. Produksi Rata-rata (Average Product/AP) yaitu jumlah produksi dibagi dengan jumlah input produksi, dan Produksi Marginal (Marginal Product/MP) yang merupakan tambahan hasil produksi dari setiap penambahan satu unit input.

Biaya Produksi

Konsep biaya produksi menggambarkan bagaimana suatu perusahaan akan mencari tingkat output optimal dalam mencapai tingkat keuntungan maksimum. Menurut Sadono Sukirno, definisi dari biaya produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang diproduksikan perusahaan tersebut.

Biaya produksi dapat dibedakan menjadi: pertama, biaya produksi jangka pendek yang diartikan bahwa sebagian faktor produksi yang digunakan adalah tetap atau tidak dapat ditambah jumlahnya. Kedua, biaya produksi panjang yang mempunyai pengertian bahwa semua biaya dapat berubah, sehingga tidak ada lagi biaya tetap.

Pada jangka pendek, total biaya produksi terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Sedangkan untuk jangka panjang semua biaya merupakan biaya variabel. Pada jangka panjang terjadi perubahan pada semua komponen biaya, sehingga total biaya hanya terdiri dari biaya variabel.

Iklan

Teori Perilaku Konsumen-Pendekatan Teori Nilai Guna (Utility)


Teori Perilaku Konsumen-Pendekatan Teori Nilai Guna (Utility)

Tingkah laku konsumen (Consumer Behavior) dapat dianalisis dengan melakukan kuantifikasi kepuasan yang diperoleh dari mengkonsumsi barang. Metode ini disebut dengan pendekatan Kardinal, dimana keseimbangan konsumen dalam memaksimumkan kepuasan atas konsumsi berbagai macam barang, dilihat dari seberapa besar uang yang dikeluarkan untuk membeli unit tambahan dari berbagai jenis barang akan memberikan nilai guna marginal yang sama besarnya.

Konsep nilai guna (utility) bisa menjelaskan kelemahan berupa paradok antara kegunaan suatu barang dengan harganya. Seperti telah dicontohkan tentang durian, dimana sampai titik tertentu Anda tidak mau lagi memakannya, bahkan jika buah durian itu diberikan secara gratis. Hal ini menunjukkan bahwa tambahan kepuasan yang diberikan dari tiap tambahan unit barang yang dikonsumsi semakin berkurang. Inilah yang disebut Law of Diminishing Marginal Utility.

Menurut Sadono Sukirno, syarat yang harus dipenuhi agar konsumen dapat mencapai kepuasan maksimum atas barang yang dikonsumsinya adalah setiap Rupiah yang dikeluarkan untuk membeli unit tambahan dari berbagai jenis barang akan memberikan nilai guna marginal yang sama besarnya.

Dalam menjelaskan bagaimana kurva permintaan mempunyai hubungan yang terbalik dengan harganya, atau terjadinya pergerakan sepanjang kurva permintaan akibat dari perubahan harga, serta mengapa terjadi pergeseran kurva permintaan akibat dari berubahnya faktor selain harga, dapat digunakan pendekatan nilai guna (utility).

Efek pendapatan terjadi dari berubahnya harga suatu barang (naik atau turun). Jika harga barang X naik, maka tambahan kepuasan dari mengkonsumsi satu unit barang tersebut menjadi turun per harga barangnya. Hal ini menyebabkan turunnya permintaan akan barang X. Sebaliknya jika harga barang Y turun, maka tambahan kepuasan dari mengkonsumsi satu unit barang tersebut menjadi naik per harganya, sehingga permintaan akan barang Y naik.

Beberapa alasan yang menyebabkan suatu barang harganya menjadi mahal adalah kelangkaan dan biaya produksi. Air jauh lebih mudah didapat dari barang lain, intan misalnya. Sehingga wajar jika intan lebih mahal daripada air karena intan jauh lebih langka. Demikian juga dengan biaya produksi untuk mendapatkan air jauh lebih murah daripada biaya produksi intan.

Surplus konsumen terjadi jika harga yang dibayarkan oleh konsumen terhadap suatu barang lebih tinggi dari harga pasarnya. Surplus konsumen akan terus naik jika konsumen terus membeli produk sampai unit tertentu dan menghentikannya, karena jika diteruskan konsumen tidak akan mendapatkan surplus lagi.

Teori Perilaku Konsumen-Pendekatan Kurva Kepuasan Sama

Indifferen Curve (IC) menggambarkan kombinasi barang-barang yang akan memberikan kepuasan yang sama besarnya. Asumsi yang digunakan untuk melakukan analisis dengan menggunakan IC adalah:

1.      Seluruh pendapatan dikonsumsikan hanya terhadap dua jenis barang;

2.      Selera konsumen tidak berubah;

3.      Terdapat kebebasan untuk memilih di antara kedua barang tersebut;

IC memiliki tiga sifat dasar, yaitu:

1.      Mempunyai kemiringan yang negatif atau turun dari kiri atas ke kanan bawah;

2.      IC cembung terhadap titik origin (0,0); dan

3.      IC tidak saling berpotongan.

Seorang konsumen akan mencoba untuk mencapai IC tertinggi yang mencerminkan tingkat kepuasan tertinggi pula. Tetapi seorang individu mempunyai keterbatasan dalam sumber dana untuk mencapainya, sehingga kurva IC yang dapat dicapainya pun terbatas. Keterbatasan ini terjadi karena tiap barang dan jasa mempunyai harga dan untuk dapat membayarnya diperlukan pendapatan. Garis kendala anggaran (Budget Line/BL) mencerminkan kendala pendapatan dan harga yang dihadapi oleh seorang konsumen pada tingkat pendapatan dan harga tertentu dari masing-masing barang.

Kurva kepuasan sama (IC) dan garis kendala anggaran (BL) merupakan alat untuk dapat memperlihatkan pemaksimuman kepuasan yang dilakukan oleh konsumen. Jika BL menyinggung IC tertinggi, maka seorang konsumen akan mencapai kepuasan yang maksimum.

Keseimbangan konsumen akan berubah jika variabel pendapatan atau harga berubah, dengan asumsi selera konsumen bersifat konstan. Jika terjadi perubahan pendapatan (naik atau turun) dengan asumsi harga barang tetap, maka IC akan bergeser. Tetapi jika harga salah satu barang berubah (naik atau turun) dengan asumsi tingkat pendapatan tetap, maka IC akan berputar. Kedua kejadian tersebut akan menyebabkan bergesernya keseimbangan konsumen dalam mencapai kepuasan maksimum.

Terjadinya perubahan harga salah satu barang sementara harga barang lainnya tetap, akan menyebabkan terjadinya perputaran garis kendala anggaran (BL), sehingga keseimbangan konsumen akan berubah. Terjadinya perubahan keseimbangan ini akan memberikan kombinasi dari kedua jenis barang yang berbeda. Perbedaan yang terjadi ini terdiri dari efek substitusi dan efek pendapatan akibat dari perubahan harga.

Pasar dan Pemerintah dalam Ekonomi Modern


Pasar dan Pemerintah dalam Ekonomi Modern

Perekonomian pasar merupakan sistem perekonomian yang mengandalkan harga sebagai variabel yang menentukan keseimbangan ekonomi. Berbagai keputusan ekonomi untuk menentukan barang dan jasa apa yang akan dibuat (What), bagaimana menghasilkannya (How) dan siapa saja yang akan mengkonsumsi barang dan jasa tersebut (for Whom), ditentukan oleh mekanisme pasar dengan bimbingan tangan gaib (invisible hand).

Secara umum pasar didefinisikan sebagai suatu mekanisme di mana penjual dan pembeli dapat menentukan harga secara bersama-sama untuk melakukan pertukaran. Pasar menentukan harga tiap barang dan jasa dalam perekonomian. Pasar dapat dikategorikan ke dalam dua besar, yaitu pasar barang dan jasa serta pasar faktor. Pasar faktor merupakan tempat interaksi antara penjual faktor produksi (sektor rumah tangga) yang memiliki tanah, modal, keterampilan dan lainnya, dengan yang meminta faktor produksi yaitu pihak perusahaan.

Pasar yang terjadi dalam perekonomian merupakan akumulasi dari berbagai pasar barang dan jasa serta pasar faktor produksi. Banyaknya jenis barang/jasa tersebut akan menimbulkan diversifikasi pekerjaan. Selanjutnya, diversifikasi pekerjaan akan menghasilkan spesialisasi, yang akan mendorong timbulnya teknologi atau cara menghasilkan barang dan jasa dengan biaya yang serendah-rendahnya.

Dalam kenyataannya, tidak semua barang dan jasa bisa dihasilkan melalui mekanisme pasar dengan ‘tangan gaibnya’. Namun terjadi persaingan yang tidak sempurna, yang akhirnya menimbulkan inefisiensi, sehingga harga yang terjadi menjadi demikian mahal atau bahkan sebaliknya dimana barang dan jasa menjadi tidak berharga. Kegagalan sistem ekonomi pasar akan menghasilkan pengaruh yang dapat merugikan perekonomian itu sendiri. Di samping akan menimbulkan pemusatan faktor produksi pada satu pihak tertentu dan mengakibatkan ketimpangan dalam pendapatan.

Inefisiensi pasar ini memerlukan intervensi dari pemerintah. Pemerintah dalam aktivitasnya dalam perekonomian pasar dibatasi hanya pada beberapa kegiatan yang memang tidak bisa dilakukan oleh individu, seperti misalnya bidang keamanan dan pertahanan. Tetapi jika harus campur tangan dalam perekonomian dengan tujuan mengembalikan efisiensi, maka pemerintah melakukan regulasi atau membuat kebijakan-kebijakan yang berfungsi mengatur jalannya perekonomian agar tetap efisien. P.A. Samuelson mengatakan bahwa pemerintah mempunyai tiga fungsi perekonomian, yaitu:

1.      Mengoreksi kegagalan pasar demi efisiensi.

2.      Membuat program untuk melakukan pemerataan pendapatan dengan menggunakan instrumen pajak dan pengeluaran pemerintah.

3.      Membuat kebijakan fiskal dan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tangguh.

Definisi dan Metode Ekonomi


Definisi dan Metode Ekonomi

Ilmu ekonomi merupakan cabang ilmu sosial yang mempelajari berbagai perilaku pelaku ekonomi terhadap keputusan-keputusan ekonomi yang dibuat. Ilmu ini diperlukan sebagai kerangka berpikir untuk dapat melakukan pilihan terhadap berbagai sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas.

Adapun tiga masalah pokok dalam perekonomian, yaitu

1.      Jenis barang dan jasa apa yang akan diproduksi?

2.      Bagaimana menghasilkan barang dan jasa tersebut?

3.      Untuk siapa barang dan jasa tersebut dihasilkan?

Ekonomi positif adalah pendekatan ekonomi yang mempelajari berbagai pelaku dan proses bekerjanya aktivitas ekonomi, tanpa menggunakan suatu pandangan subjektif untuk mengyatakan bahwa sesuatu itu baik atau jelek dari sudut pandang ekonomi. Ekonomi positif di bagi menjadi dua, yaitu ekonomi deskriptif dan ekonomi teori.

Sedangkan ekonomi normatif adalah pendekatan ekonomi dalam mempelajari perilaku ekonomi yang terjadi, dengan mencoba memberikan penilaian baik atau buruk berdasarkan pertimbangan subjektif.

Berkaitan dengan sistem ekonomi, ada tiga bentuk sistem ekonomi yang dikenal di dunia ini, yaitu:

1.      Sistem ekonomi pasar (Laissez-Faire Economy), merupakan sistem ekonomi yang berbasis pada kebebasan individu dan perusahaan dalam menentukan berbagai kegiatan ekonomi, seperti konsumsi dan produksi. Perekonomian akan menentukan titik keseimbangan dengan mengandalkan kemampuan pada sistem harga, yaitu tarik menarik antara permintaan dan penawaran. Keseimbangan harga serta jumlah barang dan jasa dalam perekonomian dibimbing oleh sesuatu yang tidak kelihatan (invisible hand).

2.      Sistem ekonomi terpusat (sistem ekonomi sosialis) atau disebut Command Economy, yaitu sistem ekonomi dimana pemerintah membuat semua kebijakan menyangkut produksi, distribusi, dan konsumsi. Dengan kata lain, dalam sistem ekonomi sosial yang murni, pemerintah mengatur semua aspek kegiatan ekonomi.

3.      Sistem ekonomi campuran yaitu gabungan dari sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi terpusat. Dalam sistem ekonomi campuran, kebebasan individu dan perusahaan dalam menentukan kegiatan ekonomi masih diakui, tetapi pemerintah ikut campur dalam perekonomian sebagai stabilisator ekonomi dengan memberlakukan berbagai kebijakan fiskal dan moneter.

PENGERTIAN KONSERVASI


PENGERTIAN KONSERVASI

Konservasi itu sendiri merupakan berasal dari kata Conservation yang terdiri atas kata con (together) dan servare (keep/save) yang memiliki pengertian mengenai upaya memelihara apa yang kita punya (keep/save what you have), namun secara bijaksana (wise use). Ide ini dikemukakan oleh Theodore Roosevelt (1902) yang merupakan orang Amerika pertama yang mengemukakan tentang konsep konservasi. Konservasi dalam pengertian sekarang, sering diterjemahkan sebagai the wise use of nature resource (pemanfaatan sumberdaya alam secara bijaksana).

Konservasi juga dapat dipandang dari segi ekonomi dan ekologi dimana konservasi dari segi ekonomi berarti mencoba mengalokasikan sumberdaya alam untuk sekarang, sedangkan dari segi ekologi, konservasi merupakan alokasi sumberdaya alam untuk sekarang dan masa yang akan datang.

Apabila merujuk pada pengertiannya, konservasi didefinisikan dalam beberapa batasan, sebagai berikut :

1.      Konservasi adalah menggunakan sumberdaya alam untuk memenuhi keperluan manusia dalam jumlah yang besar dalam waktu yang lama (American Dictionary).

2.      Konservasi adalah alokasi sumberdaya alam antar waktu (generasi) yang optimal secara sosial (Randall, 1982).

3.      Konservasi merupakan manajemen udara, air, tanah, mineral ke organisme hidup termasuk manusia sehingga dapat dicapai kualitas kehidupan manusia yang meningkat termasuk dalam kegiatan manajemen adalah survai, penelitian, administrasi, preservasi, pendidikan, pemanfaatan dan latihan (IUCN, 1968).

4.      Konservasi adalah manajemen penggunaan biosfer oleh manusia sehingga dapat memberikan atau memenuhi keuntungan yang besar dan dapat diperbaharui untuk generasi-generasi yang akan datang (WCS, 1980).

 

 

 

 

 

Di Asia Timur, konservasi sumberdaya alam hayati (KSDAH) dimulai saat Raja Asoka (252 SM) memerintah, dimana pada saat itu diumumkan bahwa perlu dilakukan perlindungan terhadap binatang liar, ikan dan hutan.  Sedangkan di Inggris, Raja William I (1804 M) pada saat itu telah memerintahkan para pembantunya untuk mempersiapkan sebuah buku berjudul Doomsday Book yang berisi inventarisasi dari sumberdaya alam milik kerajaan.

Kebijakan kedua raja tersebut dapat disimpulkan sebagai suatu bentuk konservasi sumberdaya alam hayati pada masa tersebut dimana Raja Asoka melakukan konservasi untuk kegiatan pengawetan, sedangkan Raja William I melakukan pengelolaan sumberdaya alam hayati atas dasar adanya data yang akurat.  Namun dari sejarah tersebut, dapat dilihat bahwa bahkan sejak jaman dahulu, konsep konservasi telah ada dan diperkenalkan kepada manusia meskipun konsep konservasi tersebut masih bersifat konservatif dan eksklusif (kerajaan). Konsep tersebut adalah konsep kuno konservasi yang merupakan cikal bakal dari konsep modern konservasi dimana konsep modern konservasi menekankan pada upaya memelihara dan memanfaatkan sumberdaya alam secara bijaksana.

 

Sedangkan menurut Rijksen (1981), konservasi merupakan suatu bentuk evolusi kultural dimana pada saat dulu, upaya konservasi lebih buruk daripada saat sekarang.

Secara keseluruhan, Konservasi Sumberdaya Alam Hayati (KSDAH) adalah pengelolaan sumberdaya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragamannya.

Di Indonesia, kegiatan konservasi seharusnya dilaksanakan secara bersama oleh pemerintah dan masyarakat, mencakup masayarakat umum, swasta, lembaga swadaya masayarakat, perguruan tinggi, serta pihak-pihak lainnya.  Sedangkan strategi konservasi nasional telah dirumuskan ke dalam tiga hal berikut taktik pelaksanaannya, yaitu :

1.      Perlindungan sistem penyangga kehidupan (PSPK)

a.   Penetapan wilayah PSPK.

b.   Penetapan pola dasar pembinaan program PSPK.

c.   Pengaturan cara pemanfaatan wilayah PSPK.

d.   Penertiban penggunaan dan pengelolaan tanah dalam wilayah PSPK.

e.   Penertiban maksimal pengusahaan di perairan dalam wilayah PSPK.

2.      Pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya

a.   Pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya

b.   Pengawetan jenis tumbuhan dan satwa (in-situ dan eks-situ konservasi).

3.      Pemanfaatan secara lestari sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.

  1. Pemanfaatan kondisi lingkungan kawasan pelestarian alam.
  2. Pemanfaatan jenis tumbuhan dan satwa liar (dalam bentuk : pengkajian, penelitian dan pengembangan, penangkaran, perdagangan, perburuan, peragaan, pertukaran, budidaya).

RPP IPA kelas V SD


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP)

 

Nama Sekolah           :

Kelas / Semester        :   V /  I

Tema                          :   Air

Hari                            :

Tanggal                      :

Alokasi waktu            :   2 x 35 Menit

Tahap Perencanaan

A. Standar Kompetensi

1.      Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam (IPA).

 

B. Kompetensi Dasar

1.      Mendeskripsikan proses daur air dan kegiatan manusia yang dapat mempengaruhinya (IPA).

 

C. Indikator

1.      Menggambarkan proses daur air dengan menggunakan diagram atau gambar dan Mengidentifikasi kegiatan manusia yang dapat mempengaruhi daur air (IPA)

D. Alat Bantu

Buku / sumber bacaan

 

E. Langkah-langlah

Menetapkan konsep-konsep yang hendak diketahui siswa.

Pengetahuan tentang air dan pentingnya air bagi kehidupan dan perlu dijaga kebersihannya dan perlu diperhatikan kualitasnya untuk kehidupan.

Menetapkan Pertanyaan  Kunci

a)      Sebutkan manfaat air bagi kehidupan?

b)      Sebutkan kerugian-kerugian apa yang ditimbulkan dari air?

v  Langkah pembelajaran

a)      Guru memperlihatkan 1 gelas air kepada siswa

b)      Guru menyuruh siswa mengamati dan menentukan tema dari air

c)      Guru bersama dengan siswa menentukan tema-tema yang akan dipelajari berdasarkan media yang telah diberikan

d)      Membagi siswa kedalam tiga kelompok belajar

e)       Guru bersama siswa membuat kontrak kerja yang akan dikerjakan setiap kelompok

F. Tahap Pelaksanaan

Tahapan Kegiatan Kegiatan
Kegiatan Awal
  • Mengadakan tanya jawab tentang air
  • Guru memperlihatkan segelas air
Kegiatan Inti
  • Guru menjelaskan topik yang akan disampaikan
  • Guru membagi siswa dalam 3 kelompok (satu kelompok terdiri dari 9 – 10 siswa)
  • Setiap kelompok ditunjuk ketua kelompok dan sekretaris kelomok
  • Setiap kelompok diberikan urian tugas yang berbeda, kelompok, 1) membahas tentang proses daur air dengan dan Mengidentifikasi kegiatan manusia yang dapat mempengaruhi daur air (IPA), 2) Membahas / Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan volume air dalm kubus / balok dalam kehidupan sehari-hari (MATEMATIKA), 3) mambahas tentang / Menuliskan informasi yang didapat dari sebuah wacana Tentang air (BAHASA INDONESIA)
  • Guru mengamati perilaku siswa selama diskusi (keterlibatan, disiplin, kerjasama kelompok dan tanggung jawab)
  • Setelah berdiskusi setiap kelompok mempresentasikan hasil kelompok di depan kelas dan kelompok lainnya mendengarkan dan mengajukan pertanyaan.
  • Guru memberikan tambahan tentang jawaban dari setiap kelompok.
  • Siswa membuat laporan hasil diskusi dan menempelkannya di papan pajangan agar dapat dilihat oleh semua siswa
Kegiatan akhir/ enutup
  • Guru memberikan penghargaan pada kelompok yang paling baik (hasil kerja, kerjasama kelompok, keaktifan dan lainnya) dan memberikan semangat pada kelompok yang belum menunjukkan hasil yang baik.
  • Guru memberikan penjelasan tambahan tentang kekurang-lengkapan informasi yang dilaporkan oleh setiap kelompok.
  • Guru memberikan kesimpulan tentang apa yang telah dipelajari
  • Menutup pelajaran dan memberikan pesan moral bagi para siswa

 

G. Tahap kulminasi

a)      Kegiatan siswa

 

Ø  Menunjukkan hasil kerja yang telah dibuat dalam bentuk laporan

Ø  Membacakan hasil kerja yang telah dibuat di depan kelas

 

b)  Kegiatan Guru

 

Evaluasi Proses

No Nama

Siswa

Aspek Yang di Nilai Ket
Kognitif Afektif Psikomotor
           
           
           
           

Kognitif   :

Kelompok I (IPA)

Ø  Menjelaskan daur ulang air

Ø  Menjelaskan hal-hal yang mempengaruhi daur ulang air

Kelompok II (MATEMATIKA)

Ø  Menjelaskan cara menentukan volum kubus dan balok

Kelompok III (BAHASA INDONESIA)

Ø  Menyebutkan informasi yang telah dibaca dari wacana

 

Afektif     :

Ø  Kerapian

Ø  Mematuhi perintah guru

Ø  Memperhatikan penjelasan guru

 

Psikomotor  :

Ø  Memperlihatkan kedisplinan

Ø  Aktif dalam melaksanakan kegiatan

Ø  Bekerja sama dengan baik

Penerapan metode tugas dan latihan untuk meningkatkan hasil belajar IPS Bagi Siswa kelas IV semester I SD Negeri Munduk Bestala Tahun 2009/2010


A. Judul Penelitian:

Penerapan  metode tugas dan latihan untuk meningkatkan hasil belajar IPS Bagi Siswa kelas IV semester I SD Negeri Munduk Bestala Tahun  2009/2010

B. Latar Belakang Masalah

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dalam Undang-Undang No.20 tahun 2003, Bab II pasal 3 disebutkan bahwa ;

Tujuan pendidikan nasional adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. (Undang-Undang RI No.20 tahun 2003: 3)

Berkaitan dengan tujuan pendidikan nasional tersebut di atas, maka sangatlah diperlukan peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Hal ini dikarenakan kualitas sumber daya manusia  merupakan kekuatan utama dalam menggerakkan roda pembangunan. Sejalan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan menyiapkan peserta didik dalam sistem persekolahan, maka peserta didik perlu dibantu dalam memecahkan masalah belajar. Guru diharapkan dapat membantu siswa dalam memecahkan masalah tersebut agar tujuan pendidikan nasional dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan

Perhatian guru hendaknya ditujukan kepada  usaha menciptakan kondisi belajar yang kondusif, sehingga merangsang siswa untuk melakukan kegiatan belajar.

Dalam kegiatan belajar mengajar, guru merupakan salah satu komponen yang sangat berpengaruh terhadap murid, karena guru merupakan ujung tombak tercapainya tujuan pendidikan.

Tujuan pendidikan ini akan dapat tercapai dengan baik apabila metode mengajar yang dipilih dapat diterapkan dengan sungguh-sungguh dan siswa lebih mudah memahami materi pelajaran yang disajikan, siswa lebih bergairah serta senang dalam belajar. Diantara berbagai metode yang ada, peneliti memilih metode tugas dan latihan untuk digunakan dalam penelitian tindakan kelas.

Dari observasi awal peneliti, menunjukkan bahwa dewasa ini para guru Sekolah Dasar belum sepenuhnya memahami penerapan metode tugas dan latihan dengan baik. Keluhan-keluhan guru sering terlontar karena hanya masalah kekurangan waktu, sedangkan materi pelajaran masih banyak khususnya di SD Negeri Munduk Bestala tempat kami mengadakan penelitian. Hal ini akan berdampak juga terhadap  hasil belajar siswa, guru jarang memberikan tugas dan latihan karena harus dituntut untuk menghabiskan materi pelajaran. Hasil observasi menunjukan bahwa nilai pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IV Semester I SD Negeri  Munduk Bestala rendah dengan angka rata-rata 5 (lima). Hal ini kiranya tidak perlu terjadi karena usaha yang dapat dilakukan masih terbuka lebar, salah satu caranya adalah dengan menerapkan metode tugas dan latihan dengan baik.

Pada akhirnya, peneliti berharap dengan diterapkannya metode tugas dan latihan bisa membantu meningkatkan hasil belajar siswa. Apabila  masalah tersebut telah dapat dipecahkan, diharapkan hasil belajar siswa dapat meningkat sesuai dengan harapan sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai, khususnya bagi siswa kelas IV   Semester I SD Negeri Munduk Bestala pada tahun 2009/2010.

C. Perumusan Masalah

Atas dasar latar belakang masalah tersebut, maka dapat diajukan perumusan masalah sebagai berikut :

“Apakah terdapat peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan metode tugas dan latihan dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di kelas IV Semester I SD Negeri Munduk Bestala  2009/2010?”.

 

 

D. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan permasalahan yang diungkapkan, maka tujuan penelitian yang dilakukan adalah :

“Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan metode tugas dan latihan dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di kelas IV Semester I SD  Negeri Munduk Bestala”.

E. Manfaat Penelitian

Setelah diadakan penelitian, di harapkan agar hasil penelitian ini bermanfaat sebagai berikut :

a.       Bagi guru dapat termotivasi untuk mengajar, dengan cara ini proses belajar mengajar berjalan dengan baik sehingga dapat memperjelas konsep serta dapat meningkatkan professional guru

b.      Bagi siswa diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar terutama mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di kelas IV Semester I SD Negeri Munduk Bestala.

c.       Bagi Kepala Sekolah, hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sumber informasi berharga terutama dalam usaha meningkatkan hasil belajar siswa

d.      Bagi peneliti lain, hasil penelitian ini dapat dijadikan tolok ukur dalam langkah-langkah melakukan penelitian selanjutnya.

F. Kajian Pustaka

1. Metode Mengajar

  1. Pengertian Metode Mengajar

A.A. Gede Agung (1999 : 1) mengatakan “metode berasal dari kata methodos. Secara etimologis metodos berasal dari  kata metha artinya dilalui dan thodos artinya jalan. Metode adalah jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan”.

Metode merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam proses belajar mengajar. Di dalam dunia pendidikan terdapat berbagai jenis metode yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan di dalam kegiatan belajar mengajar

“Metode mengajar adalah kegiaran guru untuk mencapai tujuan tertentu” (Nasution, 1982 : 43). Dalam proses pembelajaran guru melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang  telah ditetapkan. Pendapat tersebut juga didukung oleh Syaiful Bahri Djamalah dan Aswan Zain (1995 : 53) yang mengatakan bahwa metode mengajar adalah ”strategi pengajaran sebagai alat untuk mencapai tujuan yang diharapkan”.

Menurut Nana Sudjana (1989 : 76) metode mengajar adalah “cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pelajaran” Guru dan siswa mengadakan hubungan pada saat pembelajaran. Hendaknya guru menggunakan cara-cara yang tepat supaya terjadi hubungan yang kondusif sehingga tujuan tercapai.

Dari beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa metode mengajar adalah suatu cara yang harus ditempuh atau dilalui di dalam menyampaikan suatu materi untuk mencapai tujuan instruksional yang telah ditetapkan. Proses belajar mengajar merupakan interaksi yang dilakukan antara guru dengan peserta didik dalam suatu situasi pendidikan atau pengajaran untuk mewujudkan tujuan yang ditetapkan. Wujud interaksi pengajaran melalui beberapa pendekatan menghendaki adanya pertimbangan yang kuat atas keunikan dan keragaman peserta didik. Seorang  guru sudah barang tentu dituntut kemampuannya untuk menggunakan berbagai metode mengajar secara bervariasi. Metode mengajar merupakan cara-cara yang ditempuh guru unuk menciptakan situasi pengajaran yang benar-benar menyenangkan dan mendukung bagi kelancaran proses belajar dan tercapainya prestasi belajar anak yang memuaskan.

  1. Jenis-Jenis Metode Mengajar

Jenis-jenis metode mengajar menurut Syaiful Bahri Jamarah dan Aswan Zain (1995 : 93) adalah 1) Metode Proyek yaitu metode pengajaran yang bertitik tolak dari suatu masalah dan dipecahkan secara keseluruhan dan bermakna, 2) metode eksprimen yaitu cara penyajian pelajaran melalui percobaan, 3) metode tugas, yaitu cara penyajian pelajaran melalui percobaan, 4) metode diskusi yaitu memberian pertanyaan problematic kepada siswa untuk dibahas dan dipecahkan bersama, 5) metode sosiodrama yang dilakukan dengan cara mendramatisasikan  tingkah laku dalam hubungannya dengan masalah sosial, 6) metode demonstrasi yaitu cara penyajian pelajaran dengan cara meragakan kepada siswa tentang suatu proses disertai penjelasan lisan, 7) metode problem solving dimana siswa mencari jalan keluar dari suatu masalah, 8) metode karyawisata dengan mengajak siswa meninjau obyek tertentu, 9) metode tanya jawab dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, 10) metode latihan yang digunakan untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu, 11) metode ceramah yang digunakan untuk menyampaikan keterangan/informasi/uraian tentang sesuatu secara lisan.

Nana Sudjana (1987 : 76) menambahkan lagi 5 jenis metode mengajar yaitu 1) metode simulasi yang dilakukan melalui perbuatan yang bersifat pura-pura, 2) metode survai masyarakat yaitu cara memperoleh informasi dengan jalan observasi dan komunikasi langsung, 3) metode piersource person (manusia sumber) yaitu dengan mendatangkan orang luar yang mempunyai keahlian sumber, 4) metode sistem regu yaitu cara mengajar dimana sebuah kelompok siswa diajar oleh 2 orang guru atau lebih, 5) metode kerja kelompok yaitu guru memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan secara berkelompok.

“Diantara sekian banyak metode mengajar yang dikenal guru, ada 10 metode mengajar yaitu “metode ceramah, Tanya jawab, diskusi, kerja kelompok pemberian tugas, demonstrasi, ekperimen, simulasi, inkuiri dan metode pengajaran unit/ pembelajaran teroadu” (Mulyani Sumantri dan Johan Permana, 1998/1999 : 134).

Dari beberapa jenis metode tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan akan dapat tercapai dengan baik sangatlah tergantung pada tepat tidaknya guru tersebut menggunakan metode pada mata pelajaran tertentu. Tujuan-tujuan pendidikan pembelajaran dan jenis mata pelajaran menentukan metode apa sebaiknya digunakan. Setiap mata pelajaran tertentu mempunyai metode tertentu sesuai dengan kekhususan mata pelajaran tersebut. Oleh sebab itu guru hendaknya dapat menentukan metode apa yang paling efisien bagi pelajarannya sehingga tujuan pengajaran tercapai secara baik

Perlu diketahui bahwa tidak ada satupun metode yang dapat dianggap lebih sempurna dari pada yang lain. Masing-masing metode memunyai keunggulan dan kekurangannya. Karena itu dalam proses pembelajaran dapat digunakan lebih dari satu metode. Dalam penelitian ini metode yang dikaji dibatasi hanya pada metode tugas dan latihan.

 

d. Metode Tugas dan Latihan

1.      Metode Tugas

Metode ini sangat cocok diberikan untuk mengimbangi bahan pelajaran yang sangat banyak  sementara waktu sedikit.

Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (1995 : 96) mengatakan bahwa “metode tugas adalah cara penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar bisa melakukan kegiatan belajar”. Masalah tugas yang dilakukan oleh siswa dapat dilakukan di dalam kelas, halaman sekolah di perpustakaan, di bengkel, di Laboratorium, di rumah siswa atau dimana saja asal tugas itu dapat dikerjakan.

Tugas tidak sama dengan pekerjaan rumah, tetapi jauh lebih luas dari itu. Tugas merangsang anak untuk aktif belajar baik secara individual maupun secara berkelompok

Tugas yang dapat diberikan kepada anak didik ada berbagai jenis, karena itu tugas sangat banyak macamnya, tergantung pada tujuan yang akan dicapai, seperti tugas meneliti, menyusun laporan (lisan/tulisan), tugas di laboratorium dan lain-lain. Menurut Nana Sudjana (1987 : 81) mengatakan ada beberapa langkah-langkah yang harus diikuti dalam penggunaan metode tugas yaitu :

a.       Fase Pemberian Tugas

Tugas yang diberikan kepada siswa hendaknya mempertimbang-kan

1.      Tujuan yang akan dicapai

2.      Jenis tugas yang jelas dan tepat sehingga anak mengerti apa yang ditugaskan tersebt

3.      Sesuai dengan kemampuan siswa

4.      Ada petunjuk/sumber yang dapat membantu pekerjaan siswa

5.      Sediakan waktu yang cukup untuk mengerjakan tugas tersebut

 

b.      Langkah Pelaksanaan Tugas

1.      Diberikan bimbingan/pengawasan oleh guru

2.      Diberikan dorongan sehingga anak mau bekerja

3.      Diusahakan / dikerjakan oleh siswa sendiri tidak menyuruh orang lain

4.      Dianjurkan agar siswa mencatat hasil-hasil yang ia peroleh dengan baik dan sistematik

 

c.       Mempertanggungjawabkan tugas

Hal yang harus dikerjakan adalah :

1.      Laporan siswa baik lisan/tertulis dari apad yang telah dikerjakannya

2.      Ada Tanya jawab/diskusi kelas

3.      Penilaian hasil pekerjaan siswa baik dengan tes maupun non tes atau cara lainnya.

Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (1995 : 98) mengatakan metode tugas mempunyai kelebihan dan kekurangan adalah sebagai berikut :

1.      Kelebihannya :

a.       Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas belajar individual/ kelompok

b.      Dapat mengembangkan kemandirian siswa di luar penugasan guru

c.       Dapat membina tanggung jawab dan disiplin siswa

d.      Dapat mengembangkan kreativitas siswa

2.      Kekuranganya

a.       Siswa sulit dikontrol apakah benar ia yang mengerjakan tugas ataukah orang lain

b.      Khusus untuk tugas kelompok yang aktif mengerjakan dan menyelesaian adalah anggota tertentu saja. Sedangkan anggota lainnya tidak berpartisipasi dengan baik

c.       Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan individu siswa

d.      Sering memberikan tugas yang monoton dapat menimbulkan kebosanan siswa

Melihat kelebihan dan kekurangan dari metode tugas tersebut, bila dikaitkan dengan   hasil belajar siswa sangatlah mendukung. Dengan metode tugas akan bisa membangkitkan semangat belajar siswa, mandiri, bertanggung jawab dan penuh kreatif, hal ini akan bisa memcapai hasil belajar yang baik. Menurut Mulyani Sumantri dan Johar Permana (1998/1999 :151) mengatakan ”metode tugas mempunyai kekuatan dan keterbatasan, yaitu sebagai berikut”.

1.      Kekuatan metode tugas :

a.       Membuat peserta didik aktif belajar

b.      Merangsang peserta didik belajar lebih banyak, baik dekat dengan guru maupun pada saat jauh dari guru di dalam sekolah maupun di luar sekolah

c.       Mengembangkan kemandirian peserta didik

d.      Lebih memperdalam, memperkaya atau memperluas pandangan tentang apa yang dipelajari

e.       Membina kebiasaan peserta didik untuk mencari mengolah sendiri informasi dan komunikasi

f.       Membuat peserta didik dan bergairah belajar karena dapat dilakukan dengan bervariasi

g.      Membina tanggung jawab dan disiplin siswa

h.      Mengembangkan kreativitas peserta didik

2.      Keterbatasan metode tugas

a.       Sulit mengontrol peserta didik apakah belajar sendiri atau dikerjakan orang lain

b.      Sulit memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan individu peserta didik

c.       Tugas yang monoton dapat membosankan peserta didik

d.      Tugas yang banyak sering dapat membuat beban dan keluhan peserda didik

e.       Tugas kelompok dikerjakan oleh orang tertentu atau peserta didik yang rajin dan pintar.

Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan dari penggunaan metode penugasan adalah untuk merangsang anak untuk aktif belajar baik secara individual maupun kelompok

Setelah Tanya jawab atau ceramah diketahui bahan-bahan yang perlu mendapatkan penekanan dan harus dikuasai peserta didik oleh karena itu guru memberikan tugas dengan alasan agar peserta didik dapat belajar sendiri atau berkelompok mencari pengayaan atau sebagai tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya. Metode penugasan menjadi salah satu cara penyampaian pengajaran untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban-jawaban atau tugas yang diberikan guru.

2. Metode Latihan

Metode latihan yang disebut juga metode training, merupakan suatu cara mengajar  yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Juga sebagai sarana untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik. Selain itu, metode ini dapat juga digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan, ketepatan, kesempatan dan keterampilan.

Sebagai suatu metode yang diakui banyak mempunyai kelebihan, juga tidak dapat disangkal bahwa metode latihan mempunyai beberapa kelemahan.

Maka dari itu, guru yang ingin mempergunakan metode latihan  ini kiranya tidak salah bila memahami karakteritik metode ini

Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (1995 : 108) mengatakan kelebihan dan kekurangan metode latihan adalah sebagai berikut :

a.       Kelebihan Metode Latihan

1.      Untuk memperoleh kecakapan motoris seperti menulis, melafalkan huruf, kata-kata atau kalimat, membuat alat-alat dan terampil menggunakan alat olahraga

2.      Untuk memperoleh kecakapan mental, seperti dalam perkalian menjumlahkan, pengurangan, pembagian, tanda-tanda dll.

3.      Untuk memperoleh kecakapan dalam bentuk asosiasi yang dibuat, seperti hubungan huruf-huruf dalam ejaan, penggunaan symbol membaca peta dan sebagainya

4.      Pembentukan kebiasaan yang dilakukan dan menambah  ketepatan serta kecepatan pelaksanaan

5.      Pemanfaatan kebiasaan-kebiasaan yang tidak memerlukan konsentrasi dalam pelaksanaannya

6.      Pembentukan kebiasaan-kebiasaan membuat gerakan-gerakan yang komplek, rumit, menjadi lebih otomatis

b.      Kelemahan Metode Latihan

1.      Menghambat bakat dan inisiatif siswa karena siswa lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan jauh dari pengertian

2.      Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan

3.      Kadang-kadang latihan yang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton, mudah dan membosankan

4.      Membentuk kebiasaan yang kaku, karena bersifat otomatis

5.      Dapat menimbulkan verbalisme

Melihat kelebihan dan kekurangan dari metode latihan tersebut , bila dikaitkan dengan keaktifan dan hasil belajar siswa sangatlah mendukung. Dengan metode  latihan akan tertanam kebiasaan-kebiasaan yang baik pada diri siswa.

3.      Penerapan Metode Tugas dan Latihan

Penggunaan metode tugas biasanya diberikan pada saat guru selesai memberikan materi pelajaran kepada siswa, ada kalanya timbul suatu persoalan/ masalah yang tidak dapat diselesaikan dengan hanya penjelasan secara lisan melalui ceramah. Untuk itu guru perlu menggunakan metode tugas sebagai jalan keluarnya baik tugas-tugas individu maupun tugas kelompok, sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar dengan baik.

2. Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial

Untuk memperjelas pemahaman tentang hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial maka akan dibahas mengenai : a. Pengertian hasil belajar ilmu pengetahuan sosial, b. Faktor-faktor yang mepengaruhi hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial, c. Ciri-ciri hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial.

a.       Pengertian Hasil Beajar ilmu Pengetahuan Sosial

Kata hasil mempunyai arti “pendapatan atau perolehan” (W.J.S Poerwadarminta. 1994 : 384). Dalam penelitian ini hasil diartikan sebagai pendapatan atau perolehan dari seseorang dengan menunjukkan kecakapan dan kemampuannya. Hasil belajar ini biasanya ditunjukkan melalui perolehan nilai, keterrampilan, prilaku dan lain sebagainya.

Ilmu Pengetahuan sosial adalah “ pelajaran yang mempelajari kehidupan sosial yang didasari pada bahan kajian geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi, tata Negara dan sejarah” (Depdikbud, 1993 : 151)

Dengan demikian hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial mengandung pengertian sebagai pendapatan atau perolehan berupa kecakapan dan kemampuan terhadap ruang lingkup pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.

b.      Ciri-ciri Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial

Dalam GBPP Ilmu Pengetahuan Sosial (1994 : 150) disebutkan ciri-ciri hasil belajar IPS sebagai berikut.

1.      Mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dasar untuk kenyataan sosial yang dihadapi siswa dalam kehidupan sehari-hari memiliki kemampuan mengembangkan pemahaman tentang rasa kebangsaan.

2.      Memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia dan cinta tanah air.

Ciri-ciri belajar Ilmu Pengetahuan Sosial yang lain, secara implicit tercermin dalam tujuan khusus pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang meliputi penguasaan dan kemampuan siswa tentang berbagai hal seperti :

1.      Mampu memahami hubungan antara manusia dengan lingkungan budayanya.

2.      Mampu memahami peristiwa-peristiwa serta perubahan-perubahan yang terjadi di sekitarnya.

3.      Mampu mengenal kebutuhan-kebutuhannya serta menyadari bahwa manusia lainnya memiliki kebutuhan.

4.      Menghargai budaya masyarakat sekitarnya, bangsa an juga budaya bangsa lain.

5.      Dapat menerapkan prinsip-prinsip ekonomi yang bertalian dengan dirinya sendiri.

6.      Mempunyai tanggung jawab dalam pemeliharaan dan pengelolaan sumber daya manusia dan alam.

7.      Mampu menghargai sejarah bangsanya serta hak-haknya sebagai manusia yang hidup di suatu Negara yang merdeka (Depdikbud, 1993/1994 : 2).

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan apabila mampu menunjukkan sikap atau prilaku seperti yang diuraikan di atas, itulah hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial.

c.       Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial.

Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni faktor dari dalam diri siswa dan faktor dari luar diri siswa atau faktor lingkungan. Faktor yang datang dari diri siswa terutama kemampuan yang dimiliki siswa. Faktor kemampuan siswa besar sekali pengaruhnya terhadap hasil belajar yang dicapai. Seperti yang dikemukakan oleh Richard Clark (1981 : 12) bahwa : hasil belajar siswa disekolah 70% dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan 30% dipengaruhi oleh lingkungan”.

Adanya faktor pengaruh dari dalam diri siswa, merupakan hal yang logis dan wajar, sebab hakikat perbuatan belajar adalah perubahan tingkah laku individu yang disadarinya. Kualitas pengajaran juga sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.

G. Kerangka Berpikir

Sesuai kajian pustaka yang telah diuraikan di atas, selanjutnya dapat diajukan kerangka berpikir sebagai berikut :

a.       Metode tugas dan latihan yang merupakan dua diantara sekian banyak metode yang ada sangat diperlukan dalam proses belajar mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial untuk menghindari kekurangan waktu dalam proses belajar mengajar.

b.      Melalui metode tugas dan latihan siswa akan dapat lebih memahami suatu proses, karena siswa dirangsang untuk aktif belajar baik secara individual maupun kelompok. Dengan aktif belajar sendiri akan dapat tertanam kebiasaan-kebiasaan positif baik dalam ketangkasan, ketetapan, kesempatan dan keterampilan, sehingga berpengaruh pada peningkatan hasil belajar.

H. Hipotesis Tindakan

Jika penerapan metode tugas dan latihan dapat berjalan dengan baik, maka hasil belajar siswa dalam Ilmu Pengetahuan sosial  akan cenderung meningkat.

UNTUK LEBIH JELAS DAN LENGKAP SILAHKAN DOWNLOAD FILE DI SINI